Posts Tagged ‘Apartemen Bersubsidi’

Apartemen Bersubsidi Kalibata Residences

Tuesday, May 6th, 2008

Agung Podomoro mengeluarkan apartemen bersubsidi barunya, setelah sebelumnya merilis Apartemen Gading Nias Residences. Berlokasi di seberang Plaza Kalibata, dekat dengan stasiun kereta Duren Kalibata dan menempati bekas lokasi pabrik sepatu Bata seluas 10 ha. Apartemen ini akan menjadi kompleks besar yang akan menjadi sentra pemukiman di Jakarta Selatan.

Rencana Apartemen Kalibata Residences

Menara Kebun Jeruk

Ditawarkan dengan tipe 1 Kamar Tidur (1 BR) dan 2 Kamar Tidur (2 BR) dengan harga yang serupa dengan Apartemen Gading Nias, maka Kalibata Residences akan dilepas antara 97 juta sampai dengan 160 juta rupiah.

Desain untuk tipe 1 Kamar Tidur

1 BR

Desain untuk 2 Kamar Tidur

2 BR

Tipe (BR)

Luas (m2)

Harga (Rp)

Subsidi

Non-Subsidi

Kontan Bertahap

1 Kamar Tidur

20,3

88 juta

96,8 juta

96,8 juta

2 Kamar Tidur

33,8

144 juta

158,4 juta

158,4 juta

Jenis

Tipe

Book Fee

(saat transaksi)

DP 1

(7 hari setelah transaksi)

DP 2

(1 bulan setelah transaksi)

DP 3

(2 bulan setelah transaksi)

DP 4

(3 bulan setelah transaksi)

Subsidi

1 BR

3 juta

1,4 juta

4,4 juta

4,4 juta

4,4 juta

2 BR

5 juta

2,2 juta

7,2 juta

7,2 juta

7,2 juta

Non-Subsidi

1 BR

3 juta

1,84 juta

4,84 juta

4,84 juta

4,84 juta

2 BR

5 juta

2,92 juta

7,92 juta

7,92 juta

7,92 juta

Kontan Bertahap

1 BR

3 juta

1,84 juta

4,84 juta

4,84 juta

-

2 BR

5 juta

2,92 juta

7,92 juta

7,92 juta

-

Jenis

Cicilan

Pembayaran

Subsidi

Pelunasan dengan Kredit Bank

Jangka waktu 15 tahun, +/- 1 juta per bulan

Jangka waktu 10 tahun, +/- 1,5 juta per bulan

Jangka waktu 7 tahun, +/- 2 juta per bulan

Pembayaran dan proses via Bank:

  1. Bank Permata
  2. BTN
  3. Bank DKI
  4. Bank BII

Non-Subsidi

Pelunasan dengan Kredit Bank

Jangka waktu 15 tahun, +/- 1,3 juta per bulan

Jangka waktu 10 tahun, +/- 1,6 juta per bulan

Jangka waktu 7 tahun, +/- 2,1 juta per bulan

Pembayaran dan proses via Bank:

  1. Bank Permata
  2. BTN
  3. Bank DKI
  4. Bank BII

Kontan Bertahap

Cicilan 12 kali

Jangka waktu 1 tahun, 11,33 juta per bulan

Pembayaran dan proses ke Developer

Untuk informasi lebih lanjut dan booking dapat menghubungi

PT. Pradani Sukses Abadi

Jl. Prof. Dr. Supomo 231

Telp 021 30037111

Atau Marketing Bpk. Supandi 021 98314822

Technorati : ,
Del.icio.us : ,

Menara Kebun Jeruk

Wednesday, April 16th, 2008

Apartemen Menara Kebun Jeruk akan mulai dipasarkan bulan Mei 2008, Saat ini tinggal tersisa 2 lantai. Untuk yang berdomisili di sekitar Tangerang dan Jakarta Barat atau yang bekerja di daerah Jakarta Barat tetapi tinggal jauh di Depok atau Bogor, ada baiknya untuk mencoba lokasi apartemen ini.

Pengembang Menara Kebun Jeruk sendiri adalah pengembang yang satu grup dengan proyek Menara Cawang. Tetapi, untuk penjualan telah diserahkan ke Broker Century 21 sama halnya dengan apartemen Salemba Batavia.

Menara Kebun Jeruk

Kontak Marketing:

Century 21 Pertiwi

Bpk. Sutarno 021 98730272

Technorati : , ,
Del.icio.us : , ,

Berapa Keuntungan Pengembang Apartemen Bersubsidi ?

Sunday, April 6th, 2008

Pengembang Apartemen bersubsidi menyatakan ikut serta dalam proyek pemerintah 1000 tower lantaran ingin mensejahterakan rakyat. Apakah hanya ingin mensejahterakan rakyat tanpa ada keuntungan material sama sekali?, jawabnya adalah tentu saja tidak. Untuk apartemen kelas terendah seharga 88 juta rupiah saja, setiap unit yang terjual pengembang mendapatkan untung 15-20 juta rupiah. Berarti margin keuntungan yang diperoleh adalah sekitar 20%-25% dari harga Apartemen bersubsidi.

Selanjutnya, jika pengembang hanya tergiur keuntungan 20% dalam waktu singkat, apakah hal ini berbahaya dan beresiko buat pembeli? Beberapa hal buruk yang dapat terjadi adalah:

Gagal bangun, apartemen tidak dibangun dan pengembang membawa kabur uang pembeli.

Akhirnya, pemerintah menalangi uang yang telah disetor oleh pembeli, pemerintah dapat meng-cover seluruhnya atau sebagian, pemerintah dapat meng-cover hanya apartemen bersubsidi dan bukan apartemen biasa dalam satu lokasi.

Apartemen tidak selesai dibangun, pengembang kekurangan dana untuk menyelesaikan.

Pengembang akan mengutip dana tambahan dari pembeli untuk menyelesaikan apartemen.

Apartemen dibangun tidak sesuai dengan janji awal.

Kualitas bahan bangunan yang buruk dan fasilitas yang tidak memadai dikhawatirkan terjadi jika pengembang sudah kehabisan dana.

Pemerintah sebaiknya sudah mulai memikirkan aturan dan mekanisme kontrol terhadap proyek ini, karena jika proyek ini gagal maka akan menjadi momok besar di masa yang akan datang, contoh proyek yang berhasil tentu saja proyek perumnas di Depok dan Bekasi di tahun 80an, tetapi rumah-rumah proyek perumnas di Karawang jadi seperti hidup segan mati tak mau, dihuni tak layak dijual tidak laku.

Technorati : , ,
Del.icio.us : , ,