Posts Tagged ‘Membangun Rumah’

Membangun Atap Rumah

Thursday, January 1st, 2009

Atap rumah dahulu biasa dibuat dari dari tanah liat atau yang biasa disebut dengan genteng, namun beberapa wilayah di Indonesia juga menggunakan atap dari bahan kayu ataupun rumbai. Saat ini atap bangunan semakin beragam, mulai dari atap asbes yang murah meriah sampai atap genteng keramik yang terlihat mengkilat.

Berbagai jenis atap tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Atap asbes lebih murah dari segi harga bahan dan biaya pemasangan, dengan menggunakan atap asbes kayu rangka yang digunakan lebih sedikit karena atap asbes cenderung lebih lebar dibanding atap dari genteng. Tetapi atap asbes cenderung lebih panas karena pori-porinya yang lebih kecil dan tidak menetralisir panas. Bahkan, abu pada asbes cenderung berbahaya bagi kesehatan.

Atap genteng atau tanah liat lebih mahal dalam hal biaya dan pemasangan daripada atap asbes dan metal. Tetapi atap genteng lebih sejuk karena pori-pori dalam genteng dan tidak mudah terbang ketika terkena angin kencang.

Atap yang terbuat dari metal akhir-akhir ini semakin popular menggantikan peran atap asbes yang hemat, walaupun sebenarnya kekurangan utama pada atap metal masih pada udara rumah yang menjadi lebih panas. Tetapi resiko kesehatan karena abu pada atap asbes dapat diminimalisir.

Atap buatan dari serat dan aspal, jenis atap ini belum umum di Indonesia. Namun di beberapa Negara sudah cukup popular, salah satunya adalah Jepang dan Eropa, sebagai negeri yang sering terlanda gempa. Jepang membutuhkan atap yang tidak berbahaya ketika menimpa manusia dan tidak mudah goyang oleh gonjangan. Kelebihan atap buatan ini adalah pemasangan yang lebih hemat karena luas atap yang seperti atap metal dan asbes, Atap buatan ini juga dapat menahan suara bising, panas dan juga ramah lingkungan, bahkan beberapa produsen atap buatan mengklaim udara di rumah menjadi lebih sejuk. Tetapi harga atap jenis ini lebih mahal dari atap yang lain karena masih diimpor langsung dari luar negeri.

Terakhir adalah atap beton cor yang banyak terdapat diperkotaan, atap dari cor berguna untuk perencanaan rumah tumbuh, khususnya untuk pengembangan rumah tingkat di kemudian hari. Namun, kelemahan atap cor adalah kurangnya pori-pori yang membuat udara dalam rumah menjadi lebih panas.

Tips Membuat Taman

Thursday, October 30th, 2008

Berikut ini beberapa tips pembuatan taman dan cara perawatannya:

1. Sesuaikan tanaman dalam taman dengan konsep rumah

  • Rumah minimalis sebaiknya menggunakan tanaman irish kuning, tebebuia, alang-alang dan lili alang hijau.
  • Rumah bergaya tropis dapat menggunakan tanaman keladi, puring, philodendron, palem atau kamboja
  • Rumah tradisional dapat menggunakan tanaman asam bali atau sawo kecik
  • Taman di dalam rumah dapat menggunakan tanaman yang tidak perlu banyak sinar matahari, seperti palem kuning, andong laut dan tricolour.

2. Penggunaan batu alam dapat dilakukan untuk menghilangkan kesan monoton di lahan rumput yang luas

3. Tanaman di dalam ruangan sebaiknya dikeluarkan tiap dua minggu sekali

4. Gunakan pupuk agar tanaman tidak layu

5. Untuk tanaman berbunga, sebaiknya gunakan nutrisi tambahan

6. Semprot tanaman dengan anti hama, jika terlihat ada hama pada tanaman

7. Siram tanaman pada pagi dan sore hari, siram batang tanaman juga, jangan hanya tanahnya saja

Tips Membangun Rumah Tanpa AC

Monday, October 20th, 2008

Daerah Jakarta yang panas membuat beberapa rumah baru sudah memasukkan pemasangan AC sebagai bagian dari proses pembangunan rumah. Padahal dengan memasang AC, selain pengeluaran listrik menjadi besar, juga merupakan langkah yang tidak ramah lingkungan. Lalu, bagaimana caranya mengatasi kondisi yang panas tanpa AC?

Berikut beberapa tips memaksimalkan rumah yang sejuk tanpa menggunakan AC:

Gunakan atap yang dapat menghalau panas, material yang baik untuk menghalau panas adalah genteng. Penggunaan atap bermaterial asbes, metal ataupun seng sebaiknya diganti dengan genteng. Genteng yang digunakan tidak harus yang genteng keramik ataupun yang mewah.

Jarak plafon dengan lantai sebaiknya diperhatikan, fungsi plafon yang berguna untuk menahan panas yang mampu melewati atap sangat berguna meminimalisir panas yang masuk ke rumah. Jarak plafon ke lantai yang baik adalah 2,75 meter, 3 meter sampai dengan 4 meter.

Ventilasi haruslah lancar, penggunaan jendela yang berukuran besar dan mengikuti aliran udara sebaiknya diperhatikan. Jendela sebaiknya berasa di sisi utara dan selatan rumah agar dapat menjadi sirkulasi udara.

Rumah sebaiknya tidak menghadap langsung matahari, atau tidak menghadap barat atau timur. Sebaiknya menghadap Utara atau Selatan. Jika rumah anda terlanjur menghadap barat atau timur, sebaiknya gunakan sun screen untuk menghalau sinar langsung matahari.

Gunakan taman untuk meminimalisir panas. Sebagai contoh taman di sisi barat dan timur dapat menghalau sinar matahari langsung dan membuat hawa yang mauk ke rumah menjadi sejuk. Taman di dapur dan garasi dapat meminimalisir panas dari dapur dan kendaraan.